Biaya Kegiatan: Orangtua [Rp. 130.000,-/hari dan Anak-anak [Rp. 120.000,-/hari; 3 kali makan, 2 kali snack, aula, kamar, ruang doa, lapangan outdoor
Tampilkan postingan dengan label Renungan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2012

Sejenak Bijak

*Terima kasihku untuk kau, yang telah memberikan warna dan semangat baru dalam hidupku, tidak apa kau tak merasa, tapi inginku tahu bahwa aku ada, ada sebuah rasa pengharapan yang besar untukmu.
*Jiwa seseorang tidak diuji saat everything is ok, tapi saat ia tertekan, odol ketauan isinya saat dipencet.
*Jangan hiraukan orang yang mengejek kamu, dia begitu lemahnya..sehingga hanya itu yang bisa ia lakukan.
*Segerakan memaafkan..sebelum ia menyita lebih banyak lagi waktu berhargamu.
*Learn to forgive people who hates you, then you’ll release your burden.

Senin, 26 Desember 2011

Renungan natal



KEDATANGAN-NYA  MEMBAWA  HARAPAN  DAN SUKACITA  DI TENGAH  SITUASI YANG GALAU
Oleh: Br. Libert, CSA
Sore itu saat ada bunyi bel di rumahku salah seorang yang berada dalam rumah itu bergegas untuk membukakan pintu rumah dan mencoba menyapa kira-kira siapa gerangan yang bertamu pada sore hari. Pada hal sore itu masing-masing kami sedang melakukan aktifitas harian. Ada yang sedang mempersiapkan makan malam, memberi makan ternak, membersih rumah, menyuci pakaian, menyetrika, mengerjakan tugas lainnya, bahkan ada yang sedang facebookan/twiteran. Teman kami yang membukakan pintu tadi kelihatan sedang asyik mengobrol dengan tamu yang datang, dan rasanya mereka sudah saling kenal sebelumnya. Terlihat cara mereka beradu pandang sambil menceritakan tentang bagaimana situasi dunia saat ini. Cara beradu pandang seorang tamu sebelumnya rasanya beda dengan cara pandang bagi tamu sore ini. Dia kelihatan anggun, bersih, rapih dan cara dia menyapa penuh dengan kelembutan dan santun. siapa dia sebenarnya? Untuk apa dia kemari?

Minggu, 18 Desember 2011

Sebuah Kisah tentang Kehidupan

Alkisah di suatu desa di tepi hutan tinggal seorang kakek tua dengan putra tunggalnya. Mereka hidup dari beternak kuda yang diambil susu dan dagingnya. Sang putra kerjanya sehari-hari menggembalakan beberapa ekor kuda yang mereka miliki ke padang rumput.
 
Suatu hari seperti biasa putranya membawa kuda-kuda merumput ke lapangan. Karena kelelahan dia tertidur di bawah sebatang pohon rimbun. Saat terbangun, dia terkejut karena dia mendapati kuda-kudanya tidak di lapangan lagi, tetapi entah hilang ke mana. Dia mencari-cari mereka, tetapi berakhir dengan sia-sia. Akhirnya, dengan langkah gontai, dia pulang ke rumah.
 
Berita kakek tua kehilangan kuda-kuda peliharaannya membuat gempar desa kecil tersebut. Para tetangga segera berdatangan menyatakan duka mendalam atas kemalangan yang menimpa keluarga kakek itu. Seorang tetangga sambil menenangkan kakek tua berkata, “Sungguh malang nasibmu, Pak Tua. Semua kudamu telah tiada. Sia-sia jerih payahmu selama ini. Sungguh malang nasibmu.”

Senin, 25 Juli 2011

KARENA BESAR KASIH SETIA-NYA

( Sebuah permenungan di hari ulang tahunku)

Terima kasih Tuhan untuk 27 tahun terindah yang telah kulalui. Selama itu aku Kau berikan kesempatan untuk merasakan suka duka kehidupan bersama orang-orang  yang begitu mencintai dan menyayangiku, 27 tahun akan segera berlalu dan aku telah belajar banyak banyak hal, tentang untuk apa dan kepada siapa aku hidup. Masih belum ada jawaban tentang pertanyaan itu. Karena itu aku yakin di usia baruku hari ini, usia 28 tahun memang telah Kau rencanakan bagiku untuk kembali belajar tentang tujuan hidupku. Terima kasih untuk semuanya, terutama untuk orang-orang yang telah bersamaku dan menjadi bagian penting dalam ziarah hidupku selama 27 tahun yang telah lewat. Berkatilah mereka semua Tuhan, sebab aku sangat mencintai mereka.

Situasi kehidupan yang selalu dialami setiap orang terus ditegakkan dengan sikap kasih dan setia menerima hidup itu apa adanya.

Sabtu, 23 Juli 2011

Pengampunan yang Melimpah

Mazmur 32:1
“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 3; Matius 3; 1 Raja-Raja 19-20

Suatu hari ada seorang anak laki-laki sensitif di abad ke delapan belas yang bergabung dalam ketentaraan Inggris. Ia terlihat begitu semangat ketika menjalani latihan pertama kali. Setiap instruksi pelatih, ia lakukan dengan penuh semangat. Hingga tibalah waktu latihan dengan menggunakan senjata api.

Ia mulai gelisah begitu melihat satu per satu rekannya mulai menembakkan senjata ke target yang telah ditentukan oleh atasannya. Belum sampai waktunya untuk maju, anak laki-laki ini kabur dari kesatuan tanpa ada pemberitahuan kepada atasannya.

Sabtu, 23 April 2011

Sekilas info bersama Civita Youth Camp

*) Sebuah refleksi dari Fr. Petrus Hastomo Arbi, CM selama bertugas di Civita Youth Camp KAJ

Selama delapan bulan saya menjalani proses pembinaan atau mengikuti kegiatan pastoral kategorial di CIVITA YOUTH CAMP. Ketika mendengar pemberitahuan dari Rm. Adi, CM bahwa saya akan bertugas di CIVITA saya begitu gembira. Sebab dalam benak saya, hal ini adalah kesempatan yang sangat baik dan penting bagi saya sebagai seorang Vinsensian Muda; saya ingin belajar lebih banyak hal tentang kehidupan kaum muda saat ini. Bagi saya secara pribadi, masa depan gereja juga terletak di kehidupan kaum muda. Merekalah harapan kuat Gereja untuk meneruskan warisan rohani (iman) dari Allah. Karena itu, sudah layak dan sepantasnya mendukung dan mendampingi mereka dalam membentuk atau membangun karakter yang lebih baik.
Sebagai seorang Vinsensian muda, saya diajarkan untuk bisa terbuka dengan berbagai situasi, budaya maupun karakter-karakter baru yang saya temukan dari anak-anak muda jaman ini. Sekalipun, saya masih dalam tahap belajar dan ingin mengenal lebih jauh karakter mereka, terutama melalui pendampingan dalam retret atau rekoleksi, saya juga tetap berusaha untuk menguatkan batin saya agar tetap ada pada jalur pilihan saya. Dengan kata lain, saya tetap menciptakan suasana rohani (doa), komunitas (saat ini/CIVITA), Kepribadian saya (kematangan/kemandirian), relasi dengan orang-orang kecil (para karyawan, orang-orang kecil). Walaupun CIVITA bukan komunitas seperti di seminari, tetapi banyak kegiatan yang berlangsung seperti di seminari. Hal ini membuat saya merasa bahwa tempat ini dapat mendukung saya dalam merefleksikan panggilan hidup saya. Sekalipun juga sering mendampingi anak-anak retret/rekoleksi, porsi doa komunitas dan pribadi juga sangat terbuka lebar. Saya mengalami banyak kesempatan untuk mengembangkannya.

Sabtu, 26 Maret 2011

Tiduri Aku, Ibu [Kisah Nyata]

.…Tersentak hati Bu Dina mendengar permintaan anaknya. Anak laki-lakinya ingin ditiduri, ingin diberi kehangatan darinya….kehangatan seorang wanita. Kehangatan…hmm……
—oooOooo—
Sebagai seorang wanita yang cantik, Dina memiliki hampir segala yang diimpikan kaum wanita. Parasnya ayu, manies dan selalu enak dipandang. Bentuk hidung, mata, alis, bulu mata hingga ke garis pipi yang tertata indah bak bulu perindu diatas bintang timur diwaktu senja. Posturnya tubuhnya sangat ideal untuk seorang wanita. Kulitnya yang putih dan jenis rambutnya yang panjang hitam bergelombang menambah nilai keaggunannya. Kemolekan lekuk tubuhnya menyebabkan ia sering disebut wanita terseksi.
Dina, seorang wanita karir pada salah satu perusahaan swasta besar di Ibukota, termasuk wanita yang cerdas. Ditunjang pendidikan formalnya yang merupakan alumni Pasca Sarjana Komunikasi Universitas ternama.

MY CHILD

My Child . . . .

* You may not know me, but I know everything about you... Psalm 139:1
* I know when you sit down and when you rise up... Psalm 139:2
* I am familiar with all your ways... Psalm 139:3
* Even the very hairs on your head are numbered... Matthew 10:29-31
* For you were made in my image... Genesis 1:27
* In me you live and move and have your being... Acts 17:28
* For you are my offspring... Acts 17:28
* I knew you even before you were conceived... Jeremiah 1:4-5
* I chose you when I planned creation... Ephesians 1:11-12

Letter from Jesus

As you well know, we are getting closer to my birthday. Every year there is a celebration in my honor and I think that this year the celebration will be repeated.

During this time there are many people shopping for gifts, there are many radio announcements, TV commercials, and in every part of the world everyone is talking that my birthday is getting closer and closer. It is really very nice to know, that at least once a year, some people think of me. As you know, the celebration of my birthday began many years ago. At first people seemed to understand and be thankful of all that I did for them, but in these times, no one seems to know the reason for the celebration. Family and friends get together and have a lot of fun, but they don't know the meaning of the celebration. I remember that last year there was a great feast in my honor.

Minggu, 20 Maret 2011

Pengalaman Menjalani Raw Food: Sebuah Awal Pencarian

Oleh: Victoria Boutenko

***) Tulisan ini dikirimkan oleh Br Libert Jehadit CSA ke blog Civita Youth Camp - KAJ. Mungkin keinginan untuk berbagi yang membuatnya meminta tulisan ini dimasukan dalam blog Civita. Terimakasih Burder.

Kami dulu bergurau bahwa kami beruntung karena sekeluarga bisa sakit bersama-sama. Tapi pada tahun 1993, masalah kesehatan kami bukanlah gurauan lagi karena saya, suami, dan kedua anak saya sekarat. Saya, 38 tahun, didiagnosa penyakit yg sama dgn ayah saya, arrythmia, yaitu detak jantung yang tidak biasa. Kaki saya terus menerus terasa sakit karena edema, berat badan saya 140 kilogram, dan masih terus bertambah. Lengan kanan saya mati rasa pada malam hari, dan saya khawatir bila saya meninggal dan anak-anak saya jadi yatim piatu. Saya terus menerus merasa capai dan depresi. Akhirnya, dokter saya angkat tangan dan menyuruh saya untuk berdoa.

Rabu, 16 Maret 2011

Puasa dan Pantang menurut Ketentuan Gereja Katolik

Berikut ini mari kita lihat ketentuan tobat dengan puasa dan pantang, menurut Kitab Hukum Gereja Katolik:

1.Kan. 1249 - Semua orang beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari-hari tobat, dimana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk doa, menjalankan karya kesalehan dan amal-kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang, menurut norma kanon-kanon berikut.

2. Kan. 1250 - Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.

3.Kan. 1251 - Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus.

Selasa, 15 Februari 2011

Tantangan Yang Harus Dihadapi Untuk Menerima Berkat Tuhan

22. Musa  menyuruh orang  Israel berangkat dari laut Tiberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya  mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. 23. Sampailah mereka ke Mara,  tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dimanai  orang tempat  itu Mara. 24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “Apakah yang  akan kami minum?”. 25.Musa berseru-seru kepada Tuhan, dan Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan Tuhan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan  disanalah Tuhan mencoba mereka.
26. Firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan  kepadamu penyakit manapun, yang telah kutimpakan kepada orang  Mesir;  sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau”. 27. Sesudah itu sampailah mereka di Elim; disana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.”  Keluaran 15: 22-27

Senin, 07 Februari 2011

UNTUK ANAKKU TERKASIH DI TEMPAT RETRET

Oleh Br Libert, CSA

Anakku sayang, mama dan papa sengaja mengirim surat ini kepadamu. Kemarin setelah kamu berangkat untuk RETRET, ada seorang Bruder yang telepon ke rumah. Bruder itu katanya akan membimbingmu RETRET di CIVITA YOUTH CAMP.  Mama sempat cemas juga, jangan-jangan kamu sakit atau melakukan hal yang memalukan di sana.
       
          Akan tetapi, kecemasan mama segera hilang, setelah Bruder tadi menceritakan maksudnya. Dia bertanya tentang keadaan mama dan papa di rumah,

Sabtu, 15 Januari 2011

KUCARI ENGKAU DAN KUTEMUKAN

Cornelia Tyas
Medio, 13012011-08.32am



Perjalanan panjang telah dilalui
Bergelombang, rata bahkan berlubang
dengan irama yang tak menentu
Berkelok-kelok menuju satu titik
Tidak ada pegangan…….
Tidak ada petunjuk…………

Di ujung tahun ini,
Kembali terulang
Lagi…dan lagi….
Tangan ini menggapai-gapai
Tapi tak ada satu pun yang menyentuh
Salah lagi kah?

Di ujung tahun dalam kebimbangan
Di antara dua persimpangan
Terus bersama dalam harapan dan impian
Ataukah pergi dan meneruskan hidup ini
Dalam kehampaan  ……

Sabtu, 08 Januari 2011

PIKIRKAN DENGAN HATI SIKAP ANDA

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal
ketika ia lewat. “Oh, maafkansaya” adalah reaksi saya.
Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.”
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan
orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Minggu, 02 Januari 2011

UNTUK AYAH

Suatu ketika, Ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian Hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya.
Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”

Sabtu, 01 Januari 2011

TUHAN BERBICARA

Seorang Manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku.”
Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.
Maka, Manusia itu berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.
MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,
“Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.”
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.

Selasa, 28 Desember 2010

THE NEXT OPTIMISM IN NEW YEAR

Sebuah Renungan Akhir Tahun
Oleh: DS Ollyn Zb


Saudara/I, Apa yang akan terjadi jika kita memejamkan mata kita sejenak? Sesuatu yang tadinya kita lihat menjadi tidak terlihat. Dan apa yang terjadi jika pada saat kita memejamkan mata, dan yang kita lihat tadi tidak ada lagi di tempatnya semula? Entah sesuatu itu, dipindahkan ataupun hilang entah kemana, tetapi sadarilah satu hal bahwa saat mata terpejam, walaupun hanya sekejap, terjadi situasi buram, tidak terlihat, gelap dalam sesaat.
Hal ini sangatlah sederhana. Coba bayangkan jika yang terjadi adalah sesuatu yang lebih dari hal itu. Mata Anda sudah tidak bisa melihat lagi atau Anda berada dalam kegelapan yang dalam dimana tidak ada sinar, cahaya dalam waktu yang sungguh lama. Sebuah harapan akan melihat kembali mungkin lama-lama akan menghilang dari hidup Anda. Coba bayangkan mereka yang matanya sudah tidak berfungsi sama sekali? Cahaya hanyalah sebuah impian buat mereka untuk bisa dilihat kembali.

Minggu, 26 Desember 2010

PAY IT FORWARD

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik Editkepada orang lain.
Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”