Biaya Kegiatan: Orangtua [Rp. 130.000,-/hari dan Anak-anak [Rp. 120.000,-/hari; 3 kali makan, 2 kali snack, aula, kamar, ruang doa, lapangan outdoor
Tampilkan postingan dengan label Civita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Civita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2011

Selamat Paskah

Seluruh Tim Civita Youth Camp KAJ
dan semua karyawan
mengucapkan
Selamat Paskah 2011



Rabu, 20 April 2011

Buku Civita Terbaru

Buku Civita Terbaru akan segera ada di tangan Anda.
Silahkan menunggu informasi selanjutnya.
 
 

Selasa, 05 April 2011

Tantangan Memimpin Knowledge Worker sebagai Aset Paling Berharga untuk menghasilkan Competitive Organizational Knowledge

Oleh : Romanus Kristiawan/Dunamis Consulting

"We manage things, but things don't have the power to choose, We lead people who do have the power to choose." - DR. Stephen R. Covey

"When the history of our time is written, the most important event those historians will remember is not technology, not the internet, not e-commerce - but the unprecedented change in the human condition. For the first time, substantial and rapidly growing numbers of people have choices. For the first time, people have to manage themselves and we are totally unprepared for it." - Peter Drucker

Dua kutipan di atas menyadarkan kita adanya perpindahan paradigma dari era industri ke era pengetahuan dan informasi. Saat ini, pengetahuan menjadi sumber daya yang paling menentukan untuk menjadi market leader. Di era industri, upaya lebih banyak difokuskan untuk mengejar efisiensi terhadap pemanfaatan sumber daya yang berupa aset-aset berwujud, seperti modal dan benda-benda statis. Kita kurang memperhatikan cara-cara baru yang dapat meningkatkan hasil berkali-kali lipat. Di era pengetahuan, terjadi sebaliknya, setiap perusahaan berlomba-lomba menemukan lompatan-lompatan kuantum, mendorong roda perubahan dengan cepat.

Tantangan Yang Mendewasakan Pemimpin

Pemimpin dalam kodrat kehidupannya , harus memikul banyak beban dan tanggung jawab kehidupan, maka kita kemudian selalu menemukan salah cirri dari pertumbuhan kepemimpinan seseorang adalah tantangan tantangan kehidupan yang berhasil ditaklukkannya yang memiliki fungsi mendewasakan kemampuannya dalam memimpin. .Ma
salah masalah itu merentang dari persoalan persoalan keluarga sang pemimpin , lingkngan masyarakat dimana dia tinggal , institusi yang dipimpinnnya serta lingkungan social dari institusinya. Seorang pemimpin mengalami pertumbuhan pada kemampuan kepemimpinannya seiring dengan kemampuannya dalam mememahami dan menyelesaikan persoalan persoaln dan tantangan tantangan yang muncul dari semua lini kehidupannya .

Tantangan Keluarga
Seorang pemimpin karena keberadaannya terutama untuk mewujudkan visi institusinya , ia kan menghadapi tantangan yang pertama berasal dari dalam keluarganya sendiri.Yang saya maksud adalah ia akan tertantang untuk tetap punya waktu untuk terus memberikan perhatian , kasih sayang , perlindungan , serta segenap upaya untuk dapat menumbuhkembangkan keluarganya..Sementara ia umumnya memiliki hanya sedikit waktu untuk kelurganya jika tidak pandai pandai mengatur waktu kerjanya.

Tantangan Institusi
Seperti pada tulisan tulisan saya terdahulu tentang fungsi pemimpin ,

Rabu, 02 Maret 2011

Sholat dalam Gereja Roma Katolik

Dalam Gereja Roma Katolik, waktu-waktu sembahyangpun masih dipelihara menurut perhitungan Yahudi tetapi dalam terjemahan Latin : Prima, Laudes, Tertia, Sexta, Nona, Vesper dan Completorium.

1. Prima adalah sembahyang dini hari (Sholat Tengah Malam, Sholatul Lail atau Sholatul Satar),
2. Hora Tertia (Sholat Sa’atus Tsalits, Jam Ketiga),
3. Hora Sexta (Sholat Sa’atus Sadis, Jam Keenam),
4. Hora Nona (Sholat Sa’atus Tis’ah, Jam Kesembilan),
5. Subuh (Sholatus Sa’atul Awwal, Jam Pertama) dan 

6. Maghrib (Sholatul Ghurub, Sholat Senja) disebut dengan istilah Latin Laudes (Ibadat Pagi) dan Vesper (Ibadat Sore),
7. Completorium (Sholatul Naum, Sholat Tidur).
 

"Tzelota" secara sederhana adalah bahasa Aramaika (dialek yang digunakan pada
zaman Yesus) untuk menyebut kata "sembahyang", yang dalam bahasa Arab-nya
adalah "sholat". Sholat / sembahyang harian adalah merupakan bagian dari lingkaran
peringatan Gereja Orthodox


 Sekarang ini, cukup sering biara-biara menggabungkan kedua waktu, Laudes dan Prima, dan merayakannya sebagai satu doa pagi.
Pada masa periode pertama Gereja, sejak masa para Rasul, doa bersama/ ibadat harian diantara para uskup, imam dan umat adalah hal yang biasa dilakukan.

DIUTUS UNTUK LEBIH MENCINTAI


(Sebuah permenungan di CYC)
 By: Br. Libert Jehadit, CSA*

UNTUK APA AKU DIUTUS?
Perjalanan perutusanku ke Civita Youth Camp selama kurang lebih delapan bulan bagaikan Perutusan Yesus sendiri kepada ketujuh puluh murid-Nya. Saya sangat terkesan dengan kata-kata Yesus kepada para murid yang diutus-Nya. Disana dikatakan: “Pergilah sesungguhnya aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah  srigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan (Luk 10:4). Ayat ini menggambarkan situasi batinku yang awal diutus ke Civita aku belum siap, apalagi tidak ada pengalaman sedikitpun dalam pendampingan kaum muda. Kalaupun pernah itu karena saya  pernah tugas mendampingi anak asrama. Hanya dengan dasar ini aku harus melaksanakan tugas yang cukup tertantang. Dikatakan tertantang karena  harus menghadapi anak-anak kota metropolitan yang sangat kritis dan lebih Tren. 

Senin, 03 Januari 2011

A STORY ABOUT THE STAR OF BETLEHEM


Dalam penelitian ditemukanlah bahwa Kristus lahir pada 14 April tahun 4 Sebelum Masehi. Pertanyaannya: "Mengapa kemudian orang-orang Kristen dewasa ini merayakan kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember?

Kamis, 30 Desember 2010

WE WISH YOU THE GRACE

Kami mengucapkan:
SELAMAT HARI NATAL 
25 DESEMBER 2010
dan
TAHUN BARU
01 JANUARI 2011

Kepada segenap umat dan rekan 
Civita Youth camp

SEMOGA DIA YANG BERTAHTA DALAM KESEMPURNAAN
JUGA SEMAKIN BERTAHTA DALAM HATI DAN HIDUP KITA

Minggu, 26 Desember 2010

PLANNING: REUNI KEDUA TIM CIVITA

Setelah Reuni pertama Civita Youth Camp, Reuni Para Mentor yang pernah belajar dan membantu Civita Youth Camp, yang pada waktu itu berjalan dengan baik [hanya perlu di sana-sini dibenahi lagi]; direncanakana akan diadakah lagi reuni kedua tiga tahun setelahnya.

Nah, menurut perhitungan itu, maka tahun 2011 adalah tahun ketiga setelah pelaksanaan reuni pertama tahun 2008.

Sabtu, 06 September 2008

LUSTRUM KE 7 CIVITA YOUTH CAMP






Setelah beberapa kali pertemuan panitia Lustrum ke 7 Civita Youth Camp, maka beberapa hal yang menjadi tiang-tiang kegiatan lustrum terdiri atas:
1. Acara Reuni yang akan diadakan pada bulan Januari 2009
2. Acara Baksos “Pengobatan Gratis” yang akan diadakan pada bulan Februari 2009
3. Acara Seminar Sehari yang akan diadakan pada bulan April 2009
4. Acara Rekreasi Karyawan Civita Youth Camp dan keluarga yang akan diadakan pada bulan Mei 2009
5. Acara Civita Football yang melibatkan anak-anak mudadi sekitar Civita yang direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Mei 2009
6. Misa Syukur bersama Kardinal yang akan diadakan pada bulan Juni 2009 sekaligus sebagai puncak lustrum.

Beberapa hal lain yang sungguh sangat diperlukan dalam pembahasan setiap bagian kegiatan memungkinkan untuk mengundang beberapa orang yang sungguh mengerti permasalahan OMK dan kepedulian yang dalam untuk perkembangannya.

Panitia Lustrum juga sangat mengharapkan bantuan pemikiran dan berbagai hal yang perlu untuk membuat setiap kegiatan menjadi mutiara-mutiara yang bernas dan berguna untuk OMK dan perkembangan Civita Youth Camp pada khususnya.

Salam.



Senin, 16 Juni 2008

METAMORFOSIS: CIVITA YOUTH CAMP




Jangan terkejut dengan judul tulisan di atas. Judul ini hanyalah sebuah metaphor yang memperlihatkan adanya sebuah perkembangan secara internal dan eksternal yang dipacu oleh berbagai kepentingan untuk menuju pada fokus sekaligus menubuhkan fokus tersebut dalam berbagai tindakan nyata.

Fokus itu adalah Civita dan perkembangannya. Dengan kata lain Qou Vadis Civita? Setelah hampir 35 tahun Civita Youth Camp berkarya di Keuskupan Agung Jakarta dengan segala perkembangan dan keprihatinan akan relevansinya untuk mendukung kegiatan Orang Muda Katolik [OMK] dan orang-orang muda pada umumnya.

Menggeliatnya zaman dan berkelindannya dinamika OMK yang berhadapan dengan situasi di sekitar kita, menjadi ruang tersendiri yang harus diakomodasi, diberi tempat, dan ditemani. Jangan sampai OMK itu menjadi betah di tempat lain dibanding dengan rumahnya sendiri [Catholic as Our Home], mungkin dengan alasan karena mereka lebih diberi tempat dan diterima di tempat lain tersebut. Tempat lain dalam hal ini adalah ketertarikan, kepentingan, kepedulian, perhatian yang bisa ditangkap dan dimiliki dari ruang di luar Katolik. Kenyataan ini bukan hendak menutup mata bahwa kenyataan itu ada atau berkehendak menghindari kenyataan, tetapi justru hendak menjawab permasalahan akan mengapa OMK tidak begitu tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam Katolik.

Menggali kembali Katolisitas secara lebih dalam merupakan fokus di dalam perkembangan yang akan dilakukan oleh Civita Youth Camp ke depan. Segelintir dari fokus inilah yang menjadi bahan pembicaraan dalam dua kali pertemuan yang dilakukan oleh beberapa orang yang menjadi pelopor lustrum ke 7 Civita Youth Camp. Pertemuan pertama dilaksanakan di Civita Youth Camp pada hari Sabtu, 7 Juni 2008 yang dihadiri oleh Rm Herry Wijayanto, SJ selaku Direktur Civita Youth Camp, Tony Sardjono, J. Eddie CP, F. Srie P, Mario, Yanti Carolina, dan Ollyn. Pembahasan ini dilanjutkan lagi pada pertemuan kedua di Paroki St. Stefanus, Cilandak yang dihadiri oleh Rm. Herry Wijayanto, SJ; Tony Sardjono; J. Eddie CP; F. Srie P; Maria Dyah K; Danang K; Sr. Emma, CB; Yanti Carolina dan Ollyn.

Pada pertemuan kedua ini mencul berbagai keprihatinan dari pastor-pastor paroki dalam menangani OMK di paroki-paroki. Keprihatinan-keprihatinan ini terungkap lewat uraian Rm. Herry, SJ dalam rapat dari hasil pembahasan dalam TEPAS yang dilaksanakan di Vila Renata, Puncak. TEPAS ini menfokuskan diri pada OMK. Sehingga beberapa rencana Civita ke depan akan mengarahkan diri pada OMK secara lebih khusus untuk masuk lebih dalam menuju nilai-nilai katolisitas yang lebih dalam dan berbuah melimpah.

OMK dan gerakan Civita ke depan tidak akan pernah terpisah jauh. Dalam konteks rapat pemerhati dan pelopor lustrum ke 7 Civita ini, selain membahas tentang lustrum Civita tetapi juga menguraikan perhatian yang begitu besar pada OMK. Pembahasan tersebut masuk dalam hal-hal konkret seperti pembagian tugas dalam membangun kerangka panitia lustrum ke 7 Civita sekaligus memikirkan, merancang kepedulian-kepedulian terhadap OMK.

Nantikan pertemuan selanjutnya pada 5 Juli 2008. SALAM DAMAI.

Rabu, 04 Juni 2008

CIVITA: BETTER OR LATER FOR THE FUTURE

Civita yang akan menyongsong umur ke 35 tahun akan menyelenggarakan LUSTRUM ke 7 sebagai ucapan syukur dan sekaligus menggali kembali relevansi terhadap perannya untuk Kaum Muda. Harapan untuk menjadi salah satu wadah kerinduan orang muda bertemu dengan Tuhan dan kedalaman hati untuk mengenal sesama selalu terpatri dalam setiap kepak sayapnya.

Harapan ini tentunya merangkul banyak langkah demi tujuan yang semakin menyapa jiwa dan kerinduan orang-orang muda. Civita dalam sekian tahun berkarya selalu bangkit untuk menemani dan memahami geliat psikologis orang muda dan menjadikannya sebagai ruang untuk mengangkat ke permukaan kreativitas, ekspresi, ruang/tempat untuk pertemuan hati orang-orang muda. [DS Ollyn Zb]